Profile Facebook Twitter My Space Friendster Friendfeed You Tube
Dharma Pendidikan Kompasiana MSN Indonesia Bisnis Indonesia Kompas Republika Tempo Detiknews Media Indonesia Jawa Pos Okezone Yahoo News New York Times Times Forbes
Google Yahoo MSN
Bank Indonesia Bank Mandiri BNI BCA BRI Cimb Niaga BII
Hariyono.org Education Zone Teknologi Informasi Ekonomi Mikro Ekonomi Makro Perekonomian Indonesia KTI-PTK Akuntansi Komputer Media Pend.Askeb Media Bidan Pendidik Materi Umum Kampus # # #
mandikdasmen Depdiknas Kemdiknas BSNP Kamus Bhs Indonesia # # # # # #
Affiliate Marketing Info Biz # # # # # # # # #
Bisnis Online Affilite Blogs Affiliate Program Affiliate Marketing # # # # # # # # #

Berita Terkini

Kamis, 23 September 2010 | 02:51 | 0 Comments

6 Indikator Perbaikan Ekonomi RI di 2011

Candra Setya Santoso - Okezone

Menkeu Agus Martowardojo. Foto: Koran SI

JAKARTA - Pemerintah kembali membahas nota keuangan serta Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2011 bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Dalam kesempatan itu, Menteri Keuangan Agus Martowardojo menyampaikan ringkasan indikator perekonomian domestik yang menjadi garis besar pencapaian ekonomi yang membaik hingga tengah tahun.
Menurut Agus, kondisi ekonomi Indonesia yang saat ini membaik itu bisa dilihat dari enam indikator. Hal tersebut dikatakannya di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (1/9/2010).
Adapun enam indikator perekonomian Indonesia selama setengah tahun berdasarkan paparan yang disampaikan Menteri Keuangan kepada Komisi XI DPR adalah:
Pertama, indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat hingga 22,5 persen dari 2.534,36 pada akhir 2009 menjadi 3.104,73 pada 27 Agustus 2010. Kedua, sejak Januari-27 Agustus 2010 net capital inflow saham sebesar Rp14,68 triliun.
Ketiga, selama semester I 2010 ekspor tumbuh 44,83 persen (yoy) dan ekspor hasil industri tumbuh sebesar 33,45 persen (yoy).
"Impor tumbuh 51,99 persen (yoy). Impor yang paling dominan yaitu bahan baku atau penolong tumbuh 55,9 persen (yoy)," ujarnya.
Keempat, hingga 20 Agustus 2010, cadangan devisa sebesar US$80,4 miliar naik dibanding posisi Desember 2009 sebesar USD66,1 miliar. Kelima, nilai tukar terapresiasi 4,13 persen dari posisi Rp9.404 per dolar AS pada akhir 2009 dan menjadi Rp9.016 per dolar AS pada 27 Agustus 2010.
Keenam, inflasi Juli 1,57 persen (mom), inflasi kumulatif 4,02 persen (ytd), dan inflasi tahunan 6,22 persen (yoy). Tingginya inflasi didorong oleh meningkatnya harga beberapa komoditas bahan pangan nasional seperti cabai, bawang merah, daging ayam, telur, dan beras.
Sebagai informasi, pembahasan diikuti oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana, dan Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution yang baru saja dilantik pagi tadi.(ade)

Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright © 2010 - All right reserved by Ekonomi Makro | Template design by Herdiansyah Hamzah | Published by h4r1
Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome, flock and opera.