Profile Facebook Twitter My Space Friendster Friendfeed You Tube
Dharma Pendidikan Kompasiana MSN Indonesia Bisnis Indonesia Kompas Republika Tempo Detiknews Media Indonesia Jawa Pos Okezone Yahoo News New York Times Times Forbes
Google Yahoo MSN
Bank Indonesia Bank Mandiri BNI BCA BRI Cimb Niaga BII
Hariyono.org Education Zone Teknologi Informasi Ekonomi Mikro Ekonomi Makro Perekonomian Indonesia KTI-PTK Akuntansi Komputer Media Pend.Askeb Media Bidan Pendidik Materi Umum Kampus # # #
mandikdasmen Depdiknas Kemdiknas BSNP Kamus Bhs Indonesia # # # # # #
Affiliate Marketing Info Biz # # # # # # # # #
Bisnis Online Affilite Blogs Affiliate Program Affiliate Marketing # # # # # # # # #

Berita Terkini

Senin, 24 Mei 2010 | 22:44 | 0 Comments

PIDATO MENKEU : Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal Tahun 2011

image Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam sejahtera bagi kita semua,
Yang saya hormati, Saudara Ketua, para Wakil Ketua, dan para Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia
Marilah kita bersama-sama, sekali lagi, memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, ALLAH SWT, karena atas rahmat dan ridho-Nya, pada hari ini kita dapat menghadiri Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dalam rangka Penyampaian Keterangan Pemerintah Atas Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal Tahun Anggaran 2011.
Penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal Tahun Anggaran 2011 ini melaui proses yang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kerangka Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal Tahun Anggaran 2011 merupakan awal dari pelaksanaan kebijakan pembangunan nasional sesuai denngan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014.
Penyusunan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal Tahun Anggaran 2011 merupakan acuan sekaligus landasan awal bagi Pemerintah dalam menyusun Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2011. Secara garis besar, Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal Tahun 2011 ini berisikan mengenai tiga hal pokok, yaitu: (i) Kinerja perekonomian tahun 2009 dan proyeksinya di tahun 2010; (ii) Tantangan dan sasaran ekonomi makro tahun 2011; dan (iii) Pokok-pokok kebijakan fiskal tahun 2011.
Penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal Tahun Anggaran 2011 pada pertengahan bulan Mei ini disampaikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat sebagai pelaksanaan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara Pasal 13 ayat 1, serta Undang-Undang Nomor 27 tahun 2009 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD. Secara substansi, Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal Tahun Anggaran 2011 ini disusun dengan berlandaskan pada Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2011 yang merupakan perwujudan yang bersifat jangka pendek atau tahunan dari visi, misi, dan program kerja Pemerintah sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2010-2014.
Saudara-Saudara yang saya hormati,
Dalam era globalisasi perekonomian setiap negara saling berhubungan dan saling mempengaruhi. Dimana aktivitas dan fenomena yang terjadi di belahan dunia lain akan berpengaruh kepada kinerja perekonomian di belahan lainnya, baik secara langsung maupun tidak, baik bernilai positif maupun negatif. Dengan demikian penyusunan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal Tahun Anggaran 2011 ini juga sangat dipengaruhi oleh situasi terkini perekonomian global. Perekonomian global masih dalam proses pemulihan akibat krisis keuangan dunia yang sangat berat pada tahun 2008. Perekonomian Amerika Serikat (AS), Jepang, Cina, dan India menunjukkan tanda-tanda pemulihan dan kinerja yang semakin baik. Perbaikan ekonomi AS antara lain ditandai dari meningkatnya kapasitas produksi, menguatnya konsumsi dan daya beli rumah tangga, meningkatnya penyerapan tenaga kerja, dan meredanya laju rasionalisasi pegawai (PHK). Hal senada juga terjadi di Jepang dan India dimana aktivitas produksi dan konsumsi masyarakat cenderung terus mengalami penguatan. Untuk Cina, perbaikan ekonomi bisa terlihat dari pertumbuhan ekonomi triwulan I tahun 2010 mencapai 11,3 persen dan merupakan pertumbuhan tertinggi dalam tiga tahun terakhir, yang menimbulkan masalah baru yaitu ancaman overheating terutama pada sektor property.
Sejalan dengan kenyataan semakin membaiknya kinerja perekonomian global tersebut, optimisme masyarakat dunia akan pemulihan ekonomi global juga terus meningkat. Dalam World Economic Outlook (WEO) edisi April 2010, laju pertumbuhan ekonomi global tahun 2010 diperkirakan meningkat mencapai 4,2 persen (yoy) atau lebih tinggi dibandingkan proyeksi sebelumnya dalam WEO Januari 2010 yang hanya sebesar 3,9 persen (yoy).
Meskipun secara umum kinerja perekonomian dunia terus menunjukkan sinyal perbaikan, namun situasi ekonomi dunia masih dapat dikatakan rapuh dan penuh ketidakpastian. Pemulihan ekonomi dunia saat ini ditopang oleh pasokan likuiditas global melalui intervensi kebijakan moneter yang sangat ekspansif, dan kebijakan fiskal yang counter cyclical secara masif di semua negara. Kombinasi kebijakan tersebut menyebabkan kepercayaan mulai pulih dan ekonomi bergerak kembali, namun disadari bahwa kebijakan yang sangat ekspansif, baik dari sisi moneter dan fiskal pasti tidak akan bertahan lama. Konsolidasi kebijakan dan exit policy dari krisis oleh negara-negara maju akan menciptakan tantangan baru yaitu likuiditas yang berangsur berkurang, suku bunga meningkat, pengetatan belanja dan kenaikan pajak. Langkah-langkah tersebut akan menyebabkan pemulihan ekonomi dapat terkendala dan bahkan bisa mengalami perlambatan kembali.
Ancaman dari sisi global juga munculnya krisis ekonomi di Eropa akibat kebijakan fiskal yang sangat ekspansif, dengan tingkat defisit anggaran yang sangat tinggi dan dalam jangka waktu lama, yang menghasilkan krisis utang negara (sovereign debt crises). Negara seperti Portugal, Italia, Spanyol, Irlandia, dan Yunani berpotensi mengalami kondisi fiskal yang sangat berat dengan rasio utang pemerintah jauh diatas tingkat maksimum yang disepakati yaitu 60%, yang telah menjatuhkan kepercayaan kepada surat utang negara-negara tersebut, dan menyeret perlemahan mata uang Euro. Situasi di Eropa tersebut akan berpotensi menyebabkan krisis keuangan yang meluas, akibat dampak sistemik kepercayaan yang menurun, perlemahan mata uang Euro, dan jatuhnya harga surat utang negara yang berpotensi mempengaruhi kesehatan sektor keuangan dan perbankan.
Krisis di Eropa kembali mengingatkan kepada kita bahwa kebijakan ekonomi yang buruk dan tidak sustainable seperti ekspansi fiskal yang sembrono, meskipun kelihatannya bisa memberikan solusi jangka pendek dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi, namun dalam jangka panjang dapat menimbulkan krisis yang dalam dan serius. Indonesia harus terus menjaga agar kebijakan ekonomi disusun dengan kombinasi kehati-hatian dimana instrumen makro ekonomi ditujukan untuk menjaga keseimbangan dan stabilitas ekonomi jangka panjang, sedangkan kendala struktural harus diatasi melalui kebijakan reformasi secara menyeluruh dan berkelanjutan. Krisis Yunani telah memaksa negara-negara Eropa Barat melakukan kebijakan penyelamatan. Saat ini kegoncangan sudah mulai agak ditenangkan, meskipun langkah-langkah korektif masih akan panjang dan sulit, termasuk melakukan pemangkasan defisit anggaran, yang akan menyebabkan ekonomi akan melemah. Dengan demikian, situasi Eropa masih menyimpan potensi ketidak-pastian yang akan memberatkan pemulihan ekonomi dunia. Kombinasi antara tanda-tanda pemulihan dan ketidakpastian di Eropa ini akan menjadi tantangan ekonomi ke depan dalam merumuskan kebijakan fiskal tahun 2011.
Saudara-Saudara yang saya hormati,
Pemulihan ekonomi dunia telah berpengaruh positif pada kinerja perekonomian domestik. Dalam periode sejak pertengahan tahun 2009 hingga kini, stabiltas ekonomi terus terjaga ditandai dengan menguatnya indikator-indikator ekonomi makro. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami penguatan sebesar 15 persen di sepanjang 2009 dan hal ini terus berlanjut hingga akhir April 2010 ini.
Selanjutnya, penguatan nilai tukar rupiah tersebut memberikan sentimen positif terhadap laju inflasi dimana dalam empat bulan pertama tahun 2010, laju inflasi semakin melandai dan semakin rendah. Sejalan dengan itu, suku bunga SBI 3 bulan terus berada dalam tren penurunan sejak Januari 2009 hingga saat ini.
Selain itu, kinerja ekspor dan impor dalam tiga bulan pertama 2010 juga mengalami peningkatan cukup signifikan masing-masing sebesar 53,7 persen dan 57,3 persen. Sejalan dengan peningkatan kinerja ekspor impor tersebut, cadangan devisa juga terus mengalami penguatan dan menembus level psikologis dimana pada akhir April 2010, cadangan devisa telah mencapai 78,58 miliar dolar AS. Pertumbuhan ekonomi triwulan I tahun 2010 pada tingkat 5,7 persen (yoy) atau lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 4,5 persen (yoy).
Perkembangan positif kinerja ekonomi global maupun domestik tersebut, harus kita jadikan momentum untuk melangkah lebih optimis lagi di tahun 2011 nanti. Pertumbuhan ekonomi tahun 2011 dirancang untuk lebih berkualitas dalam artian harus bisa memenuhi tiga syarat, yaitu: (i) mampu membuka lapangan kerja serta bisa menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan, (ii) bersifat inklusif dan berdimensi pemerataan; serta (iii) strukturnya harus ditopang secara proporsional oleh berbagai sektor pendukungnya baik dari pendekatan aggregate demand maupun aggregate supply.
Saudara-Saudara yang saya hormati,
Dalam rangka mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkualitas tersebut, APBN sebagai instrumen utama kebijakan fiskal dirancang untuk menjalankan fungsinya baik sebagai alat stabilisasi ekonomi, alat alokasi sumber daya untuk menggerakkan ekonomi, maupun alat memperbaiki distribusi pendapatan. Kebijakan alokasi anggaran dalam APBN akan diarahkan kepada upaya mendukung kegiatan ekonomi nasional dalam memacu pertumbuhan ekonomi, memantapkan pengelolaan keuangan negara, serta mendukung pelaksanaan otonomi daerah dan desentralisasi fiskal sesuai dengan tema Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2011 yaitu ”Percepatan Pertumbuhan Ekonomi yang Berkeadilan Didukung oleh Pemantapan Tatakelola dan Sinergi Pusat Daerah”.
Sejalan dengan tema RKP 2011 tersebut, dan potensi tantangan yang dihadapi ke depan, Pemerintah telah menetapkan tiga sasaran pembangunan dalam tahun 2011 yaitu: (1) Sasaran pembangunan kesejahteraan, (2) Sasaran pembangunan demokrasi, dan (3) Sasaran penegakan hukum.
Dalam rangka mendukung pencapaian berbagai sasaran pembangunan 2011 tersebut, postur APBN Tahun 2011 disusun dengan prinsip dasar optimalisasi sumber-sumber penerimaan negara serta pelaksanaan efisiensi dan efektivitas di bidang belanja negara. Selain itu, penetapan besaran defisit didasarkan pada tetap terjaganya konsolidasi dan kesinambungan fiskal serta memperhatikan kemampuan keuangan negara untuk bisa menutup defisit tersebut dari sumber-sumber pembiayaan yang tidak memberatkan di masa kini dan mendatang.
Pendapatan negara direncanakan sebesar Rp1.086,7 triliun, yang berarti mengalami kenaikan 9,5 persen dari perkiraan pendapatan negara di tahun 2010. Sedangkan, belanja negara diproyeksikan menjadi Rp1.204,9 triliun, yang direncanakan akan dialokasikan melalui belanja pemerintah pusat sebesar Rp840,9 triliun (69,8 persen) dan anggaran transfer ke daerah sebesar Rp364,1 triliun (30,2 persen).
Dengan konfigurasi kebijakan fiskal seperti di atas, defisit anggaran pada tahun 2011 diproyeksikan sebesar Rp118,3 triliun atau mencapai 1,7 persen terhadap PDB. Untuk menutup defisit tersebut, Pemerintah akan mengupayakan melalui utang domestik dengan menerbitkan surat berharga negara (SBN) sebagai sumber pembiayaan terbesar melalui beberapa strategi, seperti: (i) Penerapan front-loading strategy; (ii) Penerbitan SBN secara regular; (iii) Diversifikasi instrumen SBN; (iv) Penerapan crisis management protocol; dan (v) Pengelolaan risiko fiskal utang.
Saudara-Saudara yang saya hormati,
Demikianlah Keterangan Pemerintah atas Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal Tahun Anggaran 2011. Sebelum mengakhiri Keterangan Pemerintah ini, saya yang sebentar lagi akan mengakhiri jabatan sebagai Menteri Keuangan, secara pribadi ingin pamit dan memohon maaf kepada Pemerintah Indonesia dan seluruh rakyat Indonesia khususnya anggota Dewan yang terhormat bilamana selama menjalankan tugas dan kewajiban sebagai Menteri Keuangan, banyak melakukan kelemahan dan kekurangan. Saya menyadari sepenuhnya bahwa sebagai manusia, tidak terlepas dari sifat lalai dan jauh dari kesempurnaan.
Pada kesempatan ini, saya juga ingin menghaturkan terima kasih dan memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Indonesia khususnya Presiden Republik Indonesia atas amanah dan kepercayaannya kepada saya untuk melaksanakan tugas sebagai Menteri Keuangan dalam periode lima setengah tahun terakhir ini.
Selain itu, saya juga ingin mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada segenap lembaga tinggi negara khususnya Dewan Perwakilan Rakyat lembaga, yang selama ini telah menjadi mitra kerja saya dan memberikan dukungan penuh dalam pelaksanaan tugas saya sebagai Menteri Keuangan.
Tak lupa pula saya sampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Indonesia atas segala bentuk partisipasi dan keterlibatannya selama ini dalam rangka mendukung dan menyukseskan pelaksanaan tugas pengelolaan keuangan negara.
Akhirnya, marilah kita berdoa dan memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, ALLAH SWT, agar senantiasa memberikan rahmat dan hidayah-Nya bagi Bangsa Indonesia tercinta dan seluruh masyarakat Indonesia. Semoga, harapan akan terciptanya keadilan, kesejahteraan, dan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia sebagaimana dicita-citakan para founding fathers terdahulu, dapat segera terwujud dan terlaksana.
Wassalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

sumber : http://www.fiskal.depkeu.go.id/

Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright © 2010 - All right reserved by Ekonomi Makro | Template design by Herdiansyah Hamzah | Published by h4r1
Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome, flock and opera.