Profile Facebook Twitter My Space Friendster Friendfeed You Tube
Dharma Pendidikan Kompasiana MSN Indonesia Bisnis Indonesia Kompas Republika Tempo Detiknews Media Indonesia Jawa Pos Okezone Yahoo News New York Times Times Forbes
Google Yahoo MSN
Bank Indonesia Bank Mandiri BNI BCA BRI Cimb Niaga BII
Hariyono.org Education Zone Teknologi Informasi Ekonomi Mikro Ekonomi Makro Perekonomian Indonesia KTI-PTK Akuntansi Komputer Media Pend.Askeb Media Bidan Pendidik Materi Umum Kampus # # #
mandikdasmen Depdiknas Kemdiknas BSNP Kamus Bhs Indonesia # # # # # #
Affiliate Marketing Info Biz # # # # # # # # #
Bisnis Online Affilite Blogs Affiliate Program Affiliate Marketing # # # # # # # # #

Berita Terkini

Selasa, 09 Maret 2010 | 01:28 | 0 Comments

Modul Ekonomi Makro

market PENGERTIAN PERMASALAHAN EKONOMI
1. Pandangan Tentang Ekonomi Mikro dan Makro
Secara garis besar permasalah kebijakan ekonomi makro mencakup dua hal yaitu :
a. Masalah jangka pendek atau masalah stabilisasi perekonomian, yaitu tentang inflasi, pengangguran dan neraca pembayaran.
b. Masalah jangka panjang atau masalah pertumbuhan ekonomi.
Dalam menganalisis ekonomi mikro pada umumnya meliputi bagian-bagian kecil dari keseluruhan kegiatan perekonomian. Mikro ekonomi lebih menitik beratkan pada analisis mengenai masalah membuat pilihan untuk :
a. Mewujudkan efisiensi dalam penggunaan sumber-sumber ekonomi, dan
b. Mencapai kepuasan yang maksimum dalam penggunaan sumber-sumber tersebut.
Dalam teori ekonomi mikro pada hakikatnya menerangkan bagaimana sesuatu masyarakat yang memiliki faktor-faktor produksi yang terbatas, mempunyai keinginan untuk memperoleh barang dan jasa yang maksimum, yaitu dengan membuat berbagai pilihan dalam memproduksi dan mengkonsumsi sehingga kepuasan dan kesejahteraan masyarakat dapat dimaksimumkan.
Dalam membahas teori ekonomi mikro dapat dikemukakan pertanyaan-pertanyaan tentang :
a. Apakah jenis-jenis barang dan jasa yang akan diproduksi ?
b. Bagaimanakah caranya memproduksi berbagai barang dan jasa yang dibutuhkan tersebut ?
c. Untuk siapakah berbagai barang dan jasa itu diproduksi ?
Sedang dalam ekonomi makro lebih global atau menyeluruh meliputi perubahan-perubahan keseluruhan dalam kegiatan ekonomi. Makro ekonomi menerangkan tentang :
a. Pentingnya segi permintaan dalam menentukan tingkat kegiatan dalam perekonomian
b. Pentingnya kebijakan dan campur tangan pemerintah untuk mewujudkan kegiatan perekonomian pada tingkat yang terkendali.
Dalam membahas ekonomi makro menerangkan beberapa masalah penting yang berlaku di dalam perekonomian, seperti pertanyaan berikut :
a. Mengapa setiap negara menghadapi masalah pengangguran ?
b. Mengapa masalah kenaikan harga-harga berlaku, yang sering kali juga diikuti oleh masalah pengangguran ?
c. Mengapa kegiatan perekonomian tidak mengalami pertumbuhan secara cepat ?
d. Mengapa kegiatan perekonomi tidak mengalami perkembangan yang stabil ?
Pada mazab klasik, Adam Smith dan Keynes tidak banyak membuat analisis tentang masalah penggaguran, inflasi, ketidakstabilan ekonomi dan perubahan ekonomi. Hal ini dikarenakan bahwa mereka memiliki keyakinan tentang sistem pasar bebas akan mewujudkan tingkat kegiatan ekonomi yang efisien dalam jangka panjang. Penggunaan tenaga kerja penuh akan selalu tercapai dan perekonomi akan mengalami kesetabilan. John Maynard Keynes berpendapat bahwa pengeluaran agregate yaitu pembelanjaan masyarakat ke atas barang dan jasa, adalah faktor utama yang menentukan tingkat kegiatan ekonomi yang dicapai oleh suatu negara. Untuk itu kebijaksanaan pemerintah diperlukan untuk menciptakan penggunaan tenaga kerja yang penuh dan kestabilan perekonomian.
Analisis ekonomi makro menunjukkan tentang bagaimana pengeluaran agregate (permintaan agregate) dan penawaran agregate akan menentukan keseimbangan dalam perekonomian. Empat komponen pengeluaran agregate dibedakan :
a. Pengeluaran konsumsi rumah tangga
b. Investasi perusahaan-perusahaan
c. Pengeluaran konsumsi dan investasi pemerintah.
d. Ekspor
Masalah ekonomi mikro : selama dasawarsa, selain harga mobil merosot dibanding dengan harga lain. Dalam ekonomi mikro berusaha mencari sebab dan akibat perubahan tersebut dalam harga relatif.
Masalah ekonomi makro : Selama dasawarsa selain perubahan relatif terhadap harga barang, harga mobilpun ternyata mengikuti kecenderungan umum dari semua harga untuk terus meningkat. Mengapa tingkat harga relatif stabil atau melonjak dalam beberapa periode ? Dalam makro ekonomi berusaha memahami sebab dan akibat perubahan tersebut dalam tingkat harga umum.
2. Garis Besar Perkembangan Ilmu Ekonomi
Penelahan ekonomi telah dilakukan orang sejak masa Aristoteles (350 BC), saat itu ekonomi dipelajari pada tingkat yang mendasar secara filosofis, tetapi baru tahun 1776 dianggap sebagai disiplin ilmu dengan terbitnya buku An Inquiry Into the Nature and Causes of the Wealth of the Nation oleh Adam Smith. Ahli-ahli ekonomi yang menganut Adam Smith ini kemudian dikenal dengan kelompok Klasik. Tradisi klasik inilah yang merupakan dasar perkembangan ilmu ekonomi mikro.
Depresi besar tahun 1930-an yang melanda dunia melahirkan ekonom baru yaitu J.M. Keynes dengan bukunya General Theory of Employment, Interest and Money yang kemudian menjadi dasar perkembangan teori ekonomi makro. Jika kelompok Klasik mendasarkan pada berkerjanya mekanisme pasar persaingan maka kelompok Keynesian menganggap perlu campur tangan dalam kegiatan perekonomian.
Tabel 1.
Perbandingan Dasar pemikiran kelompok Klasik dan Keynesian
Klasik
Keynes
Tidak perlu campur tangan pemerintah dalam kegiatan perekonomian.
Kegiatan pemerintah hanya dibatasi pada:
• Pertahanan dan keamanan
• Ketertiban (hukum dan peradilan)
• Penyediaan prasarana umum yang tidak dapat disediakan oleh swasta Perlu campur tangan pemerintah dalam kegiatan perekonomian untuk mengatasi penyakit ekonomi yaitu:
• Pertumbuhan ekonomi
• Pengangguran
• Inflasi
3. Gambaran Umum Ilmu Ekonomi (Kedudukan Ekonomi Mikro dalam Ilmu Ekonomi)
Dari beberapa definisi tersebut, terdapat hal yang menjadi pokok pikiran mendasar atau inti, yaitu tentang :
1. Masalah kebutuhan dan pemuasannya
2. Masalah kemakmuran
3. Masalah Penilaian atau pemilihan (problem of choice)
Yaitu pemilihan cara penggunaan sumber-sumber yang dapat mempunyai penggunaan alternatif.
4. Cara bertindak ekonomis
5. Tata laksana rumah tangga
6. Sumber-sumber produktif.
Yaitu merupakan barang-barang yang scace / langka
7. Penggunaan alternatif
8. Penggunaan uang
9. Mengenai produksi dan pembagian-pembagian kepada masyarakat.
10. Menganalisa besarnya biaya-biaya serta keuntungan-keuntungan yang terjadi karena adanya perbaikan di dalam pola alokasi sumber
Ilmu ekonomi adalah Ilmu yang mempelajari manusia dalam tindakan / usaha memanajemen rumah tangga untuk memenuhi kebutuhannya melalui sumber-sumber produktif dan alat pemuas kebutuan yang terbatas, dengan memberikan penilaian atau pemilihan kebutuhan yang lebih mendesak (alternatif) serta bertindak secara ekonomis dalam penggunaan sumber-sumber untuk mencapai suatu kesejah-teraan dan kemakmuran.
Jadi Ilmu ekonomi adalah ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari tingkah laku manusia dan masyarakat secara individu atau kelompok dalam usahanya memenuhi kebutuhan guna mencapai kemakmuran.
Kemakmuran merupakan suatu keadaan yang dirasa seseorang atau manusia untuk dapat memenuhi kebutuhannya atas barang-barang atau jasa-jasa dengan sarana yang dimiliki.
Persoalan Dasar Dalam Perekonomian
Tiga permasalahan pokok yang berkaitan dengan pembahasan ilmu ekonomi (the three fundamental and inter dependent economic problem) :
1. What commodities shall be produced and what quantities ?
Barang-barang apa (what) yang akan dihasilkan dan berapakah banyaknya ? Hal itu berarti berapa banyak, dan apa diantara kemungkinan-kemungkinan barang-barang dan jasa-jasa yang ada akan dihasilkan? (masalah-masalah penyaluran sumber ekonomi = “allocation of resources”).
2. How shall goods be produced ?
Bagaimana (how) barang-barang dihasilkan ? Hal itu berarti oleh siapa, dengan sumber-sumber ekonomi apa, dan dengan tingkat teknologi bagaimana barang-barang itu dihasilkan? (masalah teknik berproduksi = maslaha pilihan “teknologi”).
3. For whom shall goods be produced ?
Untuk siapa (for whom) barang-barang itu dihasilkan ? Hal ini berarti siapa saja yang akan menikmati, dan memperoleh keuntungan dari barang-barang dan jasa yang telah dihasilkan itu? Denga perkataan lain : bagaimanakah jumlah produk nasional didistribusikan di antara individu-individu dan keluarga-keluarga beraneka ragam itu ? (masalah distribusi = masalah pendapatan = distribution of income).
1. Permasalahanan
a. Dengan melihat bahwa sarana pemuas kebutuhan terbatas sedangkan kebutuhan manusia selalu meningkat dari waktu ke waktu, maka untuk memperoleh sarana pemuas tersebut diperlukan pengorbanan
b. Apabila pngorbanan lebih besar dari hasil yang diperoleh , maka hal tersebut tidak akan dilakukan. Sebab pada dasarnya sifat manusia tidak mau merugi.
2. Definisi prinsip ekonomi
Dengan melihat sebab timbulnya ilmu ekonomi dan permasalahan yang dihadapi, prinsip ekonomi merupakan “usaha dengan pengorbanan tertentu untuk memperoleh hasil yang maksimal”, atau “usaha untuk memperoleh hasil tertentu dengan pengorbanan yang minimal”.
3. Akibat yang ditimbulkan dengan adanya prinsip ekonomi
a. Bertindak ekonomis, yaitu merupakan tindakan manusia di dalam memenuhi kebutuhannya dengan tindakan yang rasional, atau dengan melalui suatu pemikiran yang lebih dulu dan selalu berpegang pada prinsip ekonomi.
b. Berpikir ekonomis, yaitu bukan saja hanya bagaimana caranya memakai atau menghabiskan sumber-sumber yang telah tersedia. Akan tetapi memikirkan bagaimana melakukan perubahan nilai guna yang lebih tinggi, untuk mengimbangi kebutuhan yang semakin meningkat.
Struktur Pembagian Ilmu Ekonomi
Setiap ilmu pengetahuan biasanya terdiri berbagai bagian yang masing-masing memberi sumbangan tertentu untuk menerangkan bagian daripada realitas, yang diperhatikan oleh ilmu pengetahuan yang bersangkutan.
Pembagian ilmu ekonomi menurut Dr F. hartog adalah sebagai berikut :
Ilmu pengetahuan ekonomi
Ilmu ekonomi murni Ilmu ekonomi terpakai
Ilmu ekonomi Ilmu ekonomi yang Ilmu ekonomi yang
Metodologis Menerangkan Melukiskan
Ekonomi teoritika Ekonomi praktika
Ekonomi mikro Ekonomi makro
4. Konsep-konsep dasar yang digunakan dalam Ilmu Ekonomi Mikro
Ekonomi Mikro dalam Kerangka Makro
Kehidupan ekonomi dapat dilihat dari dua sudut; pertama sebagai sistem keseluruhan, dan kedua, sebagai bagian-bagian kecil dalam keseluruhan tersebut, seperti perusahaan atau perseorangan. Sehubungan dengan itu, maka ilmu ekonomi dapat dibagi dalam dua cabang, ialah ilmu ekonomi makro, yang sering disebut teori pendapatan nasional (national income theory); dan ilmu ekonomi mikro yang sering juga disebut teori harga (price theory).
Ilmu ekonomi mikro menyelidiki kegiatan ekonomi masing-masing unit ekonomi seperti misalnya : a. perilaku orang sebagai konsumen, sebagai pemilik sumber-sumber, sebagai pengusaha; b. arus barang dan jasa dari perusahaan ke konsumen, dan komposisi arus tersebut; c. evaluasi dan penentuan harga dari bagian-bagian tersebut; d. arus sumber-sumber produktif atau jasa produktif dari pemilik-pemiliknya ke perusahaan-perusahaan; e. evaluasi alokasi sumber-sumber tersebut kepada alternatif-alternatif penggunanya.
Ekonomi mikro atau teori harga ini didasarkan pada asumsi adanya kehidupan ekonomi yang stabil, dan karenanya juga adanya penggunaan sumber-sumber secara penuh (full employment).
Organisasi Sistem Ekonomi
Sistem ekonomi dapat digambarkan dalam model yang disederhanakan, yang biasa disebut arus perputaran (circular flow) sebagai berikut :
Dari arus perputaran ini dapat dilihat adanya empat aspek dari arus uang, ialah :
(1) Arus uang sebagai pengeluaran konsumen (biaya hidup/cost of living);
(2) Arus uang sebagai penerimaan perusahaan (= business receipts)
Kedua arus ini terjadi melalui pasar barang dan jasa konsumtif.
(3) Arus uang sebagai pengeluaran perusahaan (biaya produksi/cost of production).
(4) Arus uang sebau penerimaan pendapatan masyarakat (consumers’ income)
Kedua arus ini terjadi melalui pasar sumber-sumber ekonomi.
Model di atas menggambarkan suatu sistem perekonomian yang stasioner. Artinya, arus uang melalui pasar brang dan jasa konsumtif sama dengan arus uang melalui pasar sumber-sumber ekonomi, yang berarti bahwa dalam masyarakat tersebut tidak ada tabungan (saving), penanaman modal (investment), penggantian barang modal (replacement), atau penyusutan (depretion).
Model tersebut dapat diperluas dan dibuat lebih kompleks menurut keperluan, umpamanya, untuk menggambarkan perekonomian yang tumbuh, perekonomian yang mundur, atau untuk menggambarkan peran pemerintah dalam kehidupan ekonomi.
Pertanyaan
1. Apa yang dimaksud dengan ilmu ekonomi mikro?
2. Mengapa perlu mempelajari ilmu ekonomi mikro?
3. Bagaimana hubungan antara ilmu ekonomi mikro dan makro?
4. Mengapa teori yang mahasiswa pelajari dari buku, sebagaimana halnya dalam ilmu ekonomi mikro, terus mengalami perkembangan?
Jawaban :
Ilmu ekonomi mikro adalah bagian dari ilmu ekonomi yang mempelajari perilaku unit-unit terkecil, seperti konsumen, pekerja, investor, perusahaan dan unit-unit lain yang menjalankan fungsinya dalam perekonomian.
1. Ilmu ekonomi mikro penting dipelajari untuk memahami bagaimana dan mengapa unit-unit terkecil tersebut mengambil keputusan. Sebagai contoh: bagaimana konsumen memutuskan untuk membeli, bagaimana perubahan harga dan pendapatan dapat mempengaruhi pilihan-pilihan konsumen, selain itu juga bagaimana perusahaan memutuskan tentang berapa jumlah pegawai yang harus dipekerjakan, termasuk tentang bagaimana pekerja memutuskan dimana mereka akan bekerja dan berapa upah mereka.
2. Ilmu ekonomi makro mempelajari perekonomian secara agregat seperti laju pertumbuhan ekonomi, tingkat bunga, pengangguran dan inflasi. Namun dewasa ini batas antara ilmu ekonomi mikro dan makro makin lama makin tipis karena ilmu ekonomi makro juga membutuhkan analisis pasar agregat yang perilakunya dipelajari dalam ilmu ekonomi mikro.
3. Tidak ada teori, termasuk juga dalam ilmu ekonomi mikro, yang sempurna sama sekali. Kegunaan dan validitas suatu teori tergantung pada kemampuannya menjelaskan dan memprediksi suatu fenomena. Untuk itulah teori memang sudah selayaknya terus menerus diuji melalui observasi. Berdasarkan hasil pengujian tersebut, teori kerap mengalami modifikasi atau perbaikan atau bahkan dibuang sama sekali. Proses dari menguji dan memperbaiki teori inilah yang menjadi fokus pengembangan ilmu
PERMINTAAN, PENAWARAN DAN KESEIMBANGAN
1. Kurva Permintaan Individu dan Pasar
2. Kurva Penawaran Individu dan Pasar
3. Penentuan Keseimbangan
Mekanisme Pasar
Kurva penawaran menjelaskan bagaimana keinginan produsen untuk menjual barang pada berbagai tingkat harga. Bentuk kurva penawaran miring dari kiri bawah ke kanan atas menunjukkan bahwa semakin tinggi harga keinginan perusahaan untuk memproduksi dan menjual barangnya menjadi semakin meningkat. Bagaimana penjelasannya? Kenaikan harga suatu barang akan memungkinkan perusahaan untuk meningkatkan produksi. Dalam jangka pendek caranya adalah dengan mempekerjakan tenaga tambahan atau dengan menambah jam kerja, sedang dalam jangka panjang adalah dapat dilakukan dengan meluaskan skala pabrik. Tingginya harga juga akan menarik perusahaan perusahaan lain untuk masuk ke pasar sehingga jumlah penjual bertambah dan barang yang ditawarkan meningkat.
Kurva permintaan menjelaskan bagaimana keinginan konsumen untuk membeli pada berbagai tingkat harga. Bentuk kurva permintaan miring ke kanan atas ke kiri bawah karena konsumen biasanya akan membeli lebih banyak jika harganya lebih murah. Jika suatu barang harganya turun menjadi lebih murah akan mendorong konsumen yang sudah membeli untuk membeli lebih banyak lagi dan konsumen yang semula tidak mampu membeli akan mulai membeli barang tersebut.
Dalam kondisi keseimbangan, kedua kurva diatas (permintaan dan penawaran) akan berpotongan pada suatu titik tertentu. Pada Gambar 1 berikut ini terlihat bahwa pada harga P0, jumlah barang yang ditawarkan sama dengan jumlah barang yang diminta yakni sebesar Q0. Mekanisme pasar adalah kecenderungan dalam pasar dimana harga barang terus berubah sampai tercapai posisi keseimbangan (jumlah barang yang diminta = jumlah barang yang ditawarkan). Pada titik keseimbangan tersebut (titik E), tidak terjadi kelebihan maupun kekurangan dalam jumlah barang sehingga tidak ada tekanan pada harga untuk berubah lagi.
Pada harga P1 produsen memproduksi lebih dari yang diinginkan konsumen. Dalam kondisi kelebihan barang, produsen akan berusaha menurunkan kelebihan tersebut atau paling tidak menjaganya agar tidak terus bertambah caranya adalah dengan menurunkan harga. Jika harga turun maka jumlah barang yang diminta akan meningkat, selain itu dengan turunnya jumlah barang yang ditawarkan pada akhirnya keseimbangan akan tercapai yakni pada harga P0.
Pada harga lebih rendah dari P0 yakni P2 jumlah barang yang diminta lebih besar dari jumlah barang yang ditawarkan yang kemudian akan memberi tekanan agar harga naik. Proses selanjutnya adalah jumlah barang yang diminta pun turun, hingga tercapai keseimbangan pada P0.
Satu hal yang penting dalam menjelaskan mekanisme pasar di atas adalah adanya asumsi bahwa pasar berada dalam kondisi persaingan, baik penjual (produsen) maupun pembeli (konsumen) tidak mempunyai kekuatan untuk mempengaruhi harga.
PERILAKU KONSUMEN
Konsep Utilitas/Daya Guna (Utility)
Kurva indiferensi (Indifference Curve) adalah kurva menunjukkan preferensi konsumen yang didasarkan asumsi bahwa konsumen dapat membuat urutan alternatif-alternatif yang disukainya.
Utilitas adalah tingkat kepuasan yang diperoleh seorang individu dari mengkonsumsi suatu barang atau melakukan suatu aktivitas. Dalam analisis ekonomi, utilitas sering digunakan untuk menggambarkan urutan preferensi sekelompok barang, contohnya seorang konsumen bernama Anton merasa lebih puas membeli 3 buah buku fiksi ilmiah jika dibandingkan dengan membeli sehelai kemeja, hal ini berarti buku-buku tersebut memberikan utilitas yang lebih besar dibandingkan dengan kemeja tadi.
Fungsi utilitas dapat ditunjukkan dengan sekumpulan kurva indiferensi, yang masing-masing mempunyai indikator numerik. Pada Gambar 1. berikut ini menunjukkan 3 kurva indiferensi dengan tingkat utilitas sebesar 25, 50 dan 100.
Perlu diingat bahwa ketika kita menggunakan fungsi utilitas, yang kita tekankan adalah konsep ordinal bukan kardinal. Dengan demikian yang perlu kita perhatikan dari gambar di atas, bukan angka numerik seperti 25, 50 dan 100 tetapi bahwa kurva indiferensi dengan utilitas (U) = 100 memberikan kepuasan yang lebih besar dibandingkan dengan utilitas sebesar 50, demikian juga kurva indiferensi dengan utilitas sebesar 50 memberikan kepuasan yang lebih besar dari utilitas sebesar 25.
PERILAKU PRODUSEN
Fungsi Produksi
Aktivitas utama perusahaan adalah mengubah input menjadi output, sementara itu di dalam ekonomi mikro kita akan pelajari bagaimana perusahaan menentukan pilihannya dalam rangka mengubah input menjadi output. Hubungan antara input dan output biasa dinyatakan dalam bentuk fungsi produksi yakni :
Q = f (K, L, M, …) (1)
Dimana Q menunjukkan output satu perusahaan untuk barang tertentu dalam periode waktu tertentu, K menunjukkan jumlah mesin yang digunakan (atau disebut modal/kapital) dalam periode tersebut, L menunjukkan banyaknya jumlah tenaga kerja, M menunjukkan bahan baku yang digunakan, serta variabel-variabel lain yang mempengaruhi proses produksi.
Secara konkret fungsi produksi di atas dapat dijelaskan dengan contoh berikut ini. Dimisalkan bahwa fungsi produksi menunjukkan output yang dihasilkan oleh seorang petani beras dalam periode waktu satu tahun yang tergantung pada jumlah tenaga kerja yang digunakan pada periode satu tahun, jumlah peralatan/mesin yang digunakan pada tahun tersebut, dan luas tanah yang digunakan pada tahun tersebut. Beberapa keputusan yang dapat dipilih adalah apakah petani menghasilkan beras 10 ton dengan banyak tenaga kerja tetapi menggunakan mesin seadanya (teknik padat karya) atau sebagai alternatif menghasilkan 10 ton beras dengan tenaga kerja terbatas tetapi penggunaan mesin bersifat dominan (teknik padat modal) atau mengintensifkan penggunaan tanah yang terbatas dengan menekankan pada besarnya bantuan mesin dan pupuk untuk menghasilkan jumlah beras yang sama. Ketiga teknik tersebut (padat karya, padat modal atau padat lahan) digambarkan pada fungsi produksi pada persamaan (1) di atas. Untuk setiap kemungkinan pilihan input, fungsi produksi mencari output maksimum yang dapat dicapai dari input-input yang ada
TEORI BIAYA
Teori Pengambilan Keputusan Perusahaan
Keuntungan atau kerugian adalah perbedaan antara hasil penjualan dan biaya produksi. Seorang produsen dikatakan memperoleh keuntungan jika hasil penjualan lebih besar dari biaya produksi, sedangkan kerugian jika hasil penjualan lebih kecil dari biaya produksi. Perusahaan yang rasional akan selalu berusaha memaksimumkan keuntungannya dan keuntungan maksimum dicapai bila perbedaan antara hasil penjualan dan biaya produksi mencapai tingkat yang paling besar.
Bagaimana cara perusahaan menentukan jumlah barang yang diproduksi agar tercapai keuntungan maksimum?
Untuk memperoleh keuntungan maksimum, perusahaan harus memperhatikan struktur biaya dan penerimaannya. Ada dua pendekatan yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk menentukan jumlah output yang dapat memaksimumkan keuntungan:
1. Pendekatan Total yakni dengan memproduksi barang hingga tingkat dimana selisih antara hasil penerimaan total (Total Revenue = TR) dan Biaya Produksi Total (Total Cost = TC) mencapai jumlah yang paling besar.
2. Pendekatan Marginal yakni dengan memproduksi barang hingga tingkat dimana hasil penerimaan marjinal (Marginal Revenue = MR) sama dengan biaya produksi marginal (Marginal Cost = MC).
Berikut ini adalah penjelasan dan gambar tentang 2 cara yang dapat dilakukan perusahaan ketika menentukan jumlah output yang akan diproduksi agar keuntungan maksimum tercapai.
1. Pendekatan Total
Penerimaan Total (TR) merupakan nilai total output barang yang diproduksi dalam satuan mata uang atau jumlah barang yang diproduksi (Q) dikalikan harga per unit (P). Sedangkan Biaya Total (TC) adalah seluruh biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk memproduksi sejumlah barang tertentu yang mencakup biaya tetap (FC) dan biaya variabel (VC).
Perhatikan gambar berikut ini, terlihat bahwa kurva TR berbentuk garis lurus dan kurva TC memotong kurva TR pada titik A dan titik B. Pada tingkat output lebih kecil dari Q1 posisi kurva TC di atas kurva TR yang berarti TC > TR, hal ini menunjukkan bahwa biaya total yang dikeluarkan oleh perusahaan lebih besar dari penerimaan total atau dengan kata lain perusahaan masih merugi.
Pada tingkat output antara Q1 dan Q2 terlihat bahwa kurva TR berada di atas kurva TC, berarti biaya total yang dikeluarkan perusahaan lebih kecil dari penerimaan total. Jika perusahaan berproduksi pada tingkat output tersebut (antara Q1 dan Q2) maka perusahaan bisa meraih keuntungan.
Pada tingkat output berapakah perusahaan memperoleh keuntungan maksimum?
Keuntungan maksimum tercapai pada tingkat output dimana selisih TC dan TR yang terbesar. Pada gambar terlihat bahwa selisih TC dan TR yang terbesar terletak pada tingkat output sebesar Q*. Secara grafis, untuk menentukan titik Q* dapat dilakukan dengan menarik garis bayangan sejajar dengan kurva TR hingga bersinggungan dengan kurva TC. Pada titik persinggungan kurva TR dan TC tersebut, tarik garis tegak lurus ke bawah sampai memotong sumbu datar, di situlah kita menemukan titik keseimbangan Q*.
Bagaimana jika perusahaan berproduksi pada tingkat yang lebih besar dari Q2?
Apabila tingkat output sudah melebihi Q2, pada gambar terlihat bahwa kurva TC berada di atas kurva TR berarti perusahaan merugi karena biaya total yang dikeluarkan perusahaan lebih besar dari penerimaan totalnya.
BENTUK-BENTUK PASAR DAN PERSAINGAN SEMPURNA
Pasar Persaingan VS Bukan Persaingan
Pasar adalah interaksi antara sekumpulan pembeli dan penjual yang memungkinkan terjadinya pertukaran. Pasar mencakup lebih dari satu industri, sedang industri sendiri dapat dikatakan sebagai sekumpulan perusahaan yang menjual produk-produk yang sejenis atau hampir sejenis.
Pasar adalah pusat dari kegiatan ekonomi, yang mana sebagian besar pertanyaan dan permasalahan ekonomi berkisar pada bagaimana bekerjanya pasar. Berikut ini adalah contoh, mengapa hanya sebagaian kecil perusahaan-perusahaan yang bersaing dalam satu pasar, sedang pada pasar lainnya ada banyak perusahaan yang bersaing? Apakah konsumen akan merasa lebih beruntung kalau jumlah perusahaan lebih banyak? Jika demikian, mengapa pemerintah merasa perlu melakukan intervensi pada pasar yang terdiri dari sedikit perusahaan? Mengapa harga di suatu bentuk pasar naik atau turun dengan cepat, sementara di pasar lain tidak berubah sama sekali. Bentuk pasar seperti apakah yang memberi kesempatan terbaik untuk dimasuki pengusaha?
Pembicaraan tentang bentuk pasar akan mencakup pembahasan tentang dua bentuk umum pasar yakni pasar persaingan (competitive) dan bukan persaingan (noncompetitive). Pasar persaingan sempurna mempunyai karakteristik bahwa terdapat banyak pembeli dan penjual, sehingga pembeli ataupun penjual secara individu tidak mempunyai pengaruh signifikan dalam nenentukan harga. Sebagai contoh di pasar lokal barang-barang pertanian seperti beras ada ribuan petani menjual beras dan ribuan pembeli membeli beras dimana tidak ada seorang penjual atau pembeli beras secara signifikan dapat mempengaruhi harga beras.
Berbeda dengan pasar dunia untuk barang tambang misal minyak bumi, jumlah pembeli dan penjual sedikit sekali, yang memungkinkan baginya untuk memberi pengaruh bagi penentuan harga.
PASAR MONOPOLI
Pertanyaan
1. Benarkah seorang monopolis selalu mendapat keuntungan karena dia bisa menetapkan harga setinggi-tingginya sesuai dengan keinginannya?
2. Apakah ada cara yang dapat dilakukan untuk membatasi perilaku monopoli?
Jawaban
1. Salah satu asumsi dalam bentuk pasar monopoli adalah perusahaan mempunyai kemampuan untuk menetapkan harga (price setter) karena monopolis adalah penjual tunggal di pasarnya,. Namun perlu diingat bahwa monopolis menghadapi kurva permintaan (kurva D) yang berlereng negatif. Dengan demikian dalam pasar persaingan sempurna berlaku hukum permintaan, bahwa jika harga naik maka jumlah barang yang diminta akan berkurang dan jika harga turun maka jumlah barang yang diminta bertambah (ceteris paribus). Hal itu berarti, belum tentu menguntungkan bagi monopolis bila dia menentukan harga yang tinggi karena dengan tingginya harga konsumen akan menurunkan jumlah barang yang dimintanya.
2. Ada, misalnya saja pemerintah menetapkan harga maksimum bagi produk yang dijual monopolis. Cara ini dilakukan agar monopolis menetapkan harganya seperti perusahaan dalam persaingan sempurna. Cara lain adalah dengan pembebanan pajak bagi monopolis, baik itu dalam bentuk pajak per unit barang maupun pajak lumpsum
PASAR OLIGOPOLI DAN PERSAINGAN MONOPOLISTIK
Perilaku Oligopolis Dan Dampaknya Bagi Konsumen
Pertanyaan
1. Dalam bentuk pasar Oligopoli selalu diasumsikan bahwa ada hambatan bagi pelaku lain untuk memasuki pasar. Kira-kira apa bentuk hambatan tersebut?
2. Apakah oligopolis selalu merugikan konsumen?
3. Apakah ada dampak yang menguntungkan konsumen dengan hadirnya pelaku oligopoli?
Jawaban
1. Salah satu asumsi yang mendasari bentuk pasar oligopoli adalah adanya hambatan bagi perusahaan lain untuk memasuki pasar. Hambatan tersebut bisa berbentuk hambatan alami maupun hambatan buatan. Hambatan alami terjadi karena kecilnya ukuran pasar selain itu perusahaan yang ada di pasar beroperasi secara efisien, jumlah barang modal dan penggunaan input lainnya juga relatif besar sehingga menaham pelaku lain untuk masuk ke dalam pasar. Sedangkan hambatan buatan tercipta karena pelaku dipasar oligopoli menguasai bahan baku, mempunyai hak paten atau memperoleh hak monopoli dari pemerintah.
2. Dalam jangka panjang, harga yang ditawarkan oleh oligopolis biasanya lebih besar dari biaya rata-ratanya, oligopolis juga tidak berproduksi pada titik terendah kurva biaya rata-ratanya, apabila harga lebih besar dari biaya marjinal jangka panjangnya maka akan terjadi inefisiensi dalam alokasi sumberdaya, kondisi inilah yang merugikan konsumen.
3. Dengan pertimbangan teknologi yang digunakan relatif tinggi, produk-produk tertentu tidak dapat diproduksi dalam pasar yang bersaing sempurna. Oligopolis biasanya menggunakan sebagian dari kentungan mereka untuk Penelitian dan Pengembangan sehingga memberi dampak positif bagi kemajuan teknologi

Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright © 2010 - All right reserved by Ekonomi Makro | Template design by Herdiansyah Hamzah | Published by h4r1
Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome, flock and opera.